Penyuntingan Dasar (Editing)

Menjadi "Gawang Terakhir" Sebuah Berita

Ekstrakurikuler Jurnalistik SMP Maria Goretti Semarang

Target Pembelajaran Kita

Dapur Redaksi & Peran Editor

Berita tidak lahir secara instan.

Naskah yang ditulis reporter di lapangan tidak akan langsung terbit begitu saja. Naskah tersebut harus dimasak dan disaring di dalam "Dapur Redaksi".

"Editor adalah gawang terakhir perlindungan sebelum sebuah tulisan dibaca oleh publik."

Apa Saja Tugas Editor?

Tugas editor BUKAN untuk merombak total gaya bahasa reporter atau mengubah fakta, melainkan:

Self-Editing

Menyunting Naskah Sendiri

Bagi jurnalis pemula, kemampuan Self-Editing sangat krusial.
Jangan pernah menyerahkan naskah mentah ke editor utama sebelum Anda membacanya ulang minimal dua kali!

Teknik 1: Operasi Typo & Tanda Baca

Teknik 2: Aturan Huruf Kapital Dasar

Biasakan menggunakan huruf kapital untuk: Awalan kalimat, Nama Orang, Nama Tempat/Kota, dan Singkatan.

Mentah (Salah) kemarin siang, arif dan tiwi pergi ke semarang untuk meliput pameran pakaian bergaya vintage era 1920-an.
Hasil Suntingan Kemarin siang, Arif dan Tiwi pergi ke Semarang untuk meliput pameran pakaian bergaya vintage era 1920-an.

Teknik 3: Memangkas Kalimat "Gemuk"

Tulisan yang baik adalah tulisan yang efisien.

Studi Kasus: Memangkas Kalimat

Kalimat Gemuk (Pemborosan):
"Para siswa-siswi SMP Maria Goretti saling bantu-membantu dan bergotong-royong bersama-sama untuk membersihkan lapangan sekolah."

Hasil Suntingan (Efisien & Bertenaga):
"Siswa SMP Maria Goretti bergotong-royong membersihkan lapangan sekolah."

*Penjelasan: "Siswa-siswi" sudah jamak, tidak perlu pakai "Para". "Bantu-membantu", "bergotong-royong", dan "bersama-sama" memiliki arti yang sama, cukup pilih salah satu.