Penyuntingan Dasar (Editing)
Menjadi "Gawang Terakhir" Sebuah Berita
Ekstrakurikuler Jurnalistik SMP Maria Goretti Semarang
Target Pembelajaran Kita
- Memahami pentingnya proses penyuntingan (editing) sebelum berita diterbitkan.
- Menemukan dan memperbaiki salah ketik (typo), ejaan dasar, dan tanda baca.
- Memahami prinsip dasar fotografi jurnalistik menggunakan ponsel (Mobile Journalism).
- Mampu menulis keterangan foto (caption) yang ringkas dan informatif.
Dapur Redaksi & Peran Editor
Berita tidak lahir secara instan.
Naskah yang ditulis reporter di lapangan tidak akan langsung terbit begitu saja. Naskah tersebut harus dimasak dan disaring di dalam "Dapur Redaksi".
"Editor adalah gawang terakhir perlindungan sebelum sebuah tulisan dibaca oleh publik."
Apa Saja Tugas Editor?
Tugas editor BUKAN untuk merombak total gaya bahasa reporter atau mengubah fakta, melainkan:
- 1. Memastikan Keterbacaan: Tulisan harus mudah dibaca, mengalir, dan mudah dimengerti pembaca.
- 2. Memperbaiki Mekanika: Mengoreksi kesalahan tata bahasa, ejaan, dan tanda baca.
- 3. Kesesuaian Visual: Memastikan naskah dilengkapi dengan visual (foto/video) dan caption yang relevan.
Self-Editing
Menyunting Naskah Sendiri
Bagi jurnalis pemula, kemampuan Self-Editing sangat krusial.
Jangan pernah menyerahkan naskah mentah ke editor utama sebelum Anda membacanya ulang minimal dua kali!
Teknik 1: Operasi Typo & Tanda Baca
- Latih Kejelian Mata: Terlalu banyak typo (salah ketik) akan membuat berita dan media Anda terlihat tidak profesional dan ceroboh.
- Atur Napas Kalimat: Pastikan penggunaan titik (.) dan koma (,) diletakkan di tempat yang tepat.
- Uji coba: Bacalah naskah Anda bersuara. Jika Anda kehabisan napas, berarti Anda kekurangan tanda titik atau koma!
Teknik 2: Aturan Huruf Kapital Dasar
Biasakan menggunakan huruf kapital untuk: Awalan kalimat, Nama Orang, Nama Tempat/Kota, dan Singkatan.
| Mentah (Salah) |
kemarin siang, arif dan tiwi pergi ke semarang untuk meliput pameran pakaian bergaya vintage era 1920-an. |
| Hasil Suntingan |
Kemarin siang, Arif dan Tiwi pergi ke Semarang untuk meliput pameran pakaian bergaya vintage era 1920-an. |
Teknik 3: Memangkas Kalimat "Gemuk"
Tulisan yang baik adalah tulisan yang efisien.
- Kalimat "gemuk" adalah kalimat yang menggunakan kata berulang-ulang, bertele-tele, dan terlalu panjang.
- Solusi: Pecah satu kalimat panjang menjadi dua kalimat pendek agar pembaca tidak kelelahan.
- Hapus kata-kata yang maknanya sama (pemborosan kata).
Studi Kasus: Memangkas Kalimat
Kalimat Gemuk (Pemborosan):
"Para siswa-siswi SMP Maria Goretti saling bantu-membantu dan bergotong-royong bersama-sama untuk membersihkan lapangan sekolah."
Hasil Suntingan (Efisien & Bertenaga):
"Siswa SMP Maria Goretti bergotong-royong membersihkan lapangan sekolah."
*Penjelasan: "Siswa-siswi" sudah jamak, tidak perlu pakai "Para". "Bantu-membantu", "bergotong-royong", dan "bersama-sama" memiliki arti yang sama, cukup pilih salah satu.
❮
❯