Ekstrakurikuler Jurnalistik SMP Maria Goretti Semarang
Jangan sekadar menempel kertas HVS putih! Gunakan kertas warna-warni (asturo/buffalo) sebagai latar. Tulis Headline dengan spidol tebal atau huruf cetak besar. Pastikan proporsi foto berdampingan rapi dengan naskah agar tidak terlihat acak-acakan.
Gunakan jenis huruf yang tidak berkait (Sans-serif seperti Arial atau Helvetica) agar mudah dibaca di layar HP. Beri jarak (whitespace) antar paragraf agar mata tidak cepat lelah. Hindari foto beresolusi rendah (pecah) atau teregang (distorsi proporsi).
| Koran / Buletin Sekolah | Menggunakan format kolom grid (teks dibagi menjadi 2 atau 3 kolom kecil). Bermain pada struktur hirarki: Headline utama di halaman depan berukuran sangat besar. Mengutamakan berita langsung (Straight News). |
| Majalah (Magazine) | Lebih mengedepankan karya Feature dan gaya hidup. Mengandalkan desain sampul (cover) yang memukau, tata letak yang kaya warna, tipografi eksperimental, dan foto berkualitas tinggi (sering kali mengambil 1 halaman penuh/full-page spread). |
| Buku Jurnalistik | Kumpulan reportase mendalam (Long-form journalism/Investigasi). Membutuhkan bab (chapter), struktur narasi seperti novel fakta, dan tata letak yang bersih, nyaman untuk durasi membaca yang panjang. |
| Video Dokumenter | Karya jurnalistik dalam bentuk audio-visual. Membutuhkan Storyboard (rancangan adegan), rekaman suara wawancara yang jernih, klip tambahan (B-Roll/suasana lokasi), dan voice-over (suara narator). |
Mari kita ubah susunan meja di kelas menjadi kelompok-kelompok melingkar. Hari ini kalian bukan lagi siswa, melainkan Jurnalis Profesional!
Satu kelompok (4-5 orang) adalah satu Perusahaan Media. Tentukan Nama Media kalian (misal: Gema Spensa, Suara Pelajar). Bagi peran: 1 Pemred, 2 Reporter, 1 Fotografer, 1 Layouter/Editor.
Reporter melakukan Pitching (mengusulkan 1 ide berita/bisa pakai draf modul sebelumnya). Pemred bertindak tegas: Pilih maksimal 2 ide terbaik untuk diproduksi edisi hari ini!
Berlomba dengan waktu! Reporter menyetor naskah ke Editor. Editor mengecek typo. Fotografer menyerahkan foto. Layouter menata semuanya di atas kertas karton (Mading) atau aplikasi digital (Canva).
Waktu habis! Tempelkan hasil karya di dinding kelas atau proyeksikan di layar. Semua siswa berkeliling membaca karya media lain. Guru/Pembina memberikan evaluasi kritis.
"Jurnalisme bukanlah tentang sekadar pandai merangkai kata, melainkan keberanian untuk mencari fakta dan menceritakannya dengan jujur demi kemajuan sekolah dan lingkungan kita."