Hal. 1 /

Modul 7 • Ekstrakurikuler Jurnalistik

Wawancara Lanjutan
& Manajemen Sumber

Menggali jawaban, menguji informasi, dan menjaga kepercayaan narasumber

SMP Maria Goretti Semarang • Tingkat Menengah

Hal. 2 /

Tujuan Pembelajaran

Setelah sesi ini, kamu mampu…

Merancang Wawancara

  • Menghubungkan tujuan wawancara dengan angle berita.
  • Menyusun pertanyaan utama, pertanyaan lanjutan, dan pertanyaan klarifikasi.
  • Menghindari pertanyaan menggiring atau terlalu luas.

Mengelola Sumber

  • Menilai relevansi dan keterbatasan narasumber.
  • Mencatat pernyataan, konteks, waktu, dan identitas sumber secara rapi.
  • Membandingkan keterangan yang berbeda tanpa terburu-buru menyimpulkan.

Menjaga Etika

  • Meminta persetujuan sebelum merekam.
  • Menjelaskan tujuan penggunaan informasi.
  • Menjaga privasi dan keselamatan teman sekolah.

Menghasilkan Bahan Berita

  • Mengubah jawaban menjadi fakta yang dapat diperiksa.
  • Mengenali informasi yang masih perlu diverifikasi.
  • Membuat ringkasan wawancara yang siap digunakan redaksi.
Hal. 3 /

Cara Berpikir Reporter

Wawancara bukan sesi tanya-jawab biasa

Wawancara jurnalistik adalah proses memperoleh keterangan yang relevan, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan untuk menjelaskan suatu peristiwa atau persoalan.

Persiapan

Tahu apa yang sudah diketahui, apa yang belum diketahui, dan siapa yang paling tepat menjawab.

Penelusuran

Dengarkan jawaban, cari detail, minta contoh, lalu klarifikasi bagian yang belum jelas.

Pemeriksaan

Catat sumber klaim, cocokkan dengan dokumen atau sumber lain, dan jangan menulis dugaan sebagai fakta.

Reporter tidak datang untuk membuktikan prasangka sendiri. Reporter datang untuk mencari tahu apa yang benar-benar terjadi.

Hal. 4 /

Persiapan: Mulai dari Kebutuhan Informasi

Sebelum menghubungi narasumber, tulis satu kalimat:

“Saya perlu mengetahui … agar pembaca memahami ….”

Contoh Kasus: Perpustakaan Sekolah Memperpanjang Jam Layanan

  • Yang sudah diketahui: jam layanan berubah mulai Senin.
  • Yang belum diketahui: alasan perubahan, siapa yang mengusulkan, kapan evaluasi dilakukan, dan bagaimana siswa dapat memanfaatkan layanan.
  • Kebutuhan wawancara: memperoleh alasan dari pengelola, pengalaman pengguna dari siswa, serta ketentuan resmi dari pihak sekolah.

Hindari datang hanya dengan pertanyaan “Kenapa?” tanpa mengetahui konteks dan informasi yang ingin diperoleh.

Hal. 5 /

Memilih Narasumber

Siapa yang paling tepat menjawab?

Jenis SumberKontribusi yang MungkinHal yang Perlu Diperiksa
Pihak pengambil keputusan Alasan, kebijakan, proses, jadwal, tanggung jawab. Apakah ia mengetahui langsung dan berwenang menjelaskan?
Orang yang menjalankan kegiatan Pelaksanaan sehari-hari, kendala, prosedur nyata. Apakah pengalaman satu orang mewakili keseluruhan?
Orang yang terdampak Pengalaman, kebutuhan, dampak yang dirasakan. Bedakan pengalaman pribadi dari kesimpulan umum.
Dokumen / catatan resmi Tanggal, angka, aturan, jadwal, keputusan tertulis. Periksa tanggal, pembuat, kelengkapan, dan konteks dokumen.

Satu narasumber dapat memberi keterangan penting, tetapi belum tentu dapat menjawab semua sisi persoalan.

Hal. 6 /

Menyusun Pertanyaan

Gunakan urutan dari mudah menuju mendalam

1. Pembuka

“Boleh ceritakan peran Ibu/Bapak dalam kegiatan ini?”

Membangun konteks dan membuat narasumber nyaman.

2. Fakta Dasar

“Kapan perubahan mulai berlaku? Siapa yang terlibat?”

Mengumpulkan waktu, tempat, pelaku, dan proses.

3. Pendalaman

“Apa pertimbangan utama? Bisa beri contoh konkretnya?”

Mencari alasan, bukti, dan detail.

4. Klarifikasi

“Tadi disebut mulai Senin. Apakah maksudnya Senin, 12 Agustus?”

Memastikan istilah, tanggal, angka, atau maksud.

Jangan terpaku pada daftar. Dengarkan jawaban dan ajukan pertanyaan lanjutan ketika muncul informasi baru.

Hal. 7 /

Pertanyaan Lanjutan

Teknik menggali jawaban lebih dalam

TeknikContoh PertanyaanTujuan
Meminta contoh “Bisa ceritakan satu kejadian yang menggambarkan hal itu?” Mengubah jawaban umum menjadi detail konkret.
Meminta urutan “Apa yang terjadi pertama, lalu apa berikutnya?” Memahami kronologi.
Meminta ukuran “Berapa kelas yang sudah mencoba? Dari catatan mana angka itu?” Memperjelas jumlah dan sumber angka.
Meminta penjelasan istilah “Apa yang dimaksud ‘akses terbatas’ dalam konteks ini?” Menghindari salah tafsir.
Menggali dampak “Apa perubahan yang paling terasa bagi siswa?” Memahami konsekuensi dan pengalaman.
Menguji kepastian “Bagian mana yang sudah dipastikan, dan mana yang masih rencana?” Memisahkan fakta, perkiraan, dan rencana.
Hal. 8 /

Pertanyaan Netral

Jangan menyelipkan kesimpulan ke dalam pertanyaan

Kurang Netral

“Mengapa sekolah mengabaikan kebutuhan siswa dengan menutup perpustakaan lebih cepat?”

Pertanyaan sudah menganggap sekolah mengabaikan kebutuhan siswa.

Lebih Netral

“Apa alasan perubahan jam layanan perpustakaan, dan bagaimana kebutuhan siswa dipertimbangkan?”

Memberi ruang bagi penjelasan dan fakta yang belum diketahui.

Kurang Jelas

“Apakah kegiatan itu berhasil?”

Kata “berhasil” belum memiliki ukuran.

Lebih Jelas

“Apa target kegiatan ini, dan data apa yang digunakan untuk menilai pencapaiannya?”

Meminta ukuran dan dasar penilaian.

Hal. 9 /

Mendengarkan Aktif

Jawaban narasumber adalah petunjuk pertanyaan berikutnya

  • Dengarkan sampai selesai; jangan memotong kecuali perlu menghentikan kekeliruan penting atau menjaga waktu.
  • Catat kata kunci, angka, nama jabatan, tanggal, dan hal yang perlu dikonfirmasi.
  • Ulangi inti jawaban dengan bahasa sendiri: “Jadi, yang Ibu maksud …, benar begitu?”
  • Berikan jeda singkat. Narasumber mungkin menambahkan detail setelah berpikir.
  • Jika jawaban melebar, arahkan kembali dengan sopan: “Saya ingin kembali ke bagian tentang ….”

Mendengarkan aktif bukan berarti menyetujui semua jawaban. Itu berarti memahami jawaban secara tepat sebelum memeriksanya.

Hal. 10 /

Jawaban Sulit

Jika narasumber menghindar, marah, atau tidak tahu

SituasiRespons Reporter yang Dapat Dicoba
Jawaban terlalu umum “Agar pembaca lebih memahami, adakah contoh atau angka yang bisa dijelaskan?”
Tidak menjawab inti “Terima kasih. Saya ingin memastikan satu hal: apakah keputusan itu sudah berlaku atau masih rencana?”
Narasumber tidak tahu “Siapa pihak atau dokumen yang dapat membantu memastikan informasi tersebut?”
Narasumber menolak menjawab Hormati penolakan, tanyakan apakah ada informasi umum yang boleh disampaikan, lalu cari sumber lain.
Narasumber marah / tidak nyaman Jaga nada tenang, jelaskan tujuan, tawarkan jeda atau akhiri jika situasi tidak aman.

Jangan memaksa, mempermalukan, mengancam, atau menjanjikan sesuatu yang tidak dapat dipenuhi.

Hal. 11 /

Keterangan Berbeda

Ketika dua sumber memberikan versi yang tidak sama

Perbedaan keterangan adalah sinyal untuk memeriksa lebih lanjut, bukan alasan untuk langsung memilih pihak yang paling meyakinkan.

Periksa Definisi

Apakah kedua sumber membicarakan waktu, jumlah, atau kejadian yang sama?

Periksa Dasar

Apakah keterangan berasal dari pengamatan langsung, ingatan, dokumen, atau kabar dari orang lain?

Periksa Sumber Lain

Mintalah dokumen, catatan, saksi lain, atau klarifikasi dari pihak terkait.

Contoh: siswa menyebut kegiatan dimulai pukul 07.00, sedangkan panitia menyebut 07.30. Periksa jadwal tertulis dan tanyakan apakah salah satu waktu adalah waktu berkumpul, bukan waktu mulai acara.

Hal. 12 /

Catatan Wawancara

Catatan yang baik membantu akurasi

Bagian CatatanIsi yang Perlu Dicatat
Identitas sumber Nama sesuai izin, peran/jabatan, dan cara menghubungi bila perlu tindak lanjut.
Konteks Tanggal, waktu, tempat, metode wawancara, dan siapa yang hadir.
Pernyataan penting Kutipan persis jika memungkinkan; tandai bila hanya ringkasan.
Fakta yang disebut Nama, angka, tanggal, lokasi, dokumen yang dirujuk.
Perlu verifikasi Klaim yang belum didukung, istilah kabur, atau keterangan yang berbeda.
Tindak lanjut Siapa yang perlu dihubungi dan dokumen apa yang perlu diminta.

Jangan mengubah catatan ringkas menjadi kutipan langsung. Gunakan tanda kutip hanya untuk kata-kata yang benar-benar tercatat secara akurat.

Hal. 13 /

Rekaman dan Persetujuan

Rekam dengan izin dan tujuan yang jelas

  • Jelaskan bahwa kamu ingin merekam untuk membantu ketepatan catatan.
  • Minta persetujuan sebelum menyalakan perekam; jika ditolak, gunakan catatan tertulis.
  • Pastikan perangkat tidak mengganggu percakapan dan simpan rekaman dengan aman.
  • Jangan mengunggah rekaman mentah atau menyebarkan nomor telepon, alamat, atau data pribadi.
  • Untuk wawancara teman sebaya atau isu sensitif, libatkan pembina/guru sesuai aturan sekolah.

Rekaman membantu mengingat kata-kata, tetapi tidak otomatis membuktikan bahwa semua isi pernyataan benar.

Hal. 14 /

Atribusi dan Konteks

Jelaskan siapa mengatakan apa, dan dalam kapasitas apa

Contoh Atribusi yang Jelas

“Menurut ketua panitia, kegiatan dimulai pukul 07.30 berdasarkan jadwal yang dibagikan kepada peserta.”

“Dua siswa yang diwawancarai mengatakan antrean lebih panjang pada hari pertama. Pengalaman tersebut belum menggambarkan seluruh peserta.”

Hindari

  • “Semua siswa mengeluh” jika hanya mewawancarai satu atau dua siswa.
  • “Sekolah memastikan” jika yang berbicara bukan pihak yang berwenang.
  • Menghapus bagian jawaban yang mengubah makna ketika dipotong.

Jika memakai kutipan, pertahankan maksud dan konteksnya. Ringkas tanpa mengubah makna.

Hal. 15 /

Status Pernyataan

Bedakan fakta, pendapat, dugaan, dan rencana

Jenis PernyataanContohPerlakuan Reporter
Fakta yang dapat diperiksa “Surat edaran diterbitkan tanggal 5 Mei.” Periksa dokumen dan tanggalnya.
Pendapat “Menurut saya, kegiatan ini bermanfaat.” Atribusikan sebagai pendapat, bukan fakta universal.
Dugaan / rumor “Katanya dana kegiatan berkurang.” Jangan publikasikan sebagai fakta; cari bukti dan pihak berwenang.
Rencana “Kami berencana menambah sesi bulan depan.” Tulis sebagai rencana, bukan keputusan yang sudah terlaksana.
Pengalaman pribadi “Saya menunggu sekitar 20 menit.” Jelaskan sebagai pengalaman narasumber; jangan digeneralisasi.
Hal. 16 /

Etika Sumber

Kepercayaan dibangun dengan kejelasan

  • Perkenalkan diri dan sebutkan bahwa kamu sedang membuat berita untuk kegiatan jurnalistik sekolah.
  • Jelaskan topik dan kemungkinan penggunaan kutipan atau foto.
  • Jangan menjanjikan narasumber akan menyetujui atau mengendalikan seluruh isi berita.
  • Jangan menyamarkan identitas seseorang tanpa alasan yang jelas dan persetujuan pembina.
  • Jangan memuat tuduhan terhadap siswa atau warga sekolah tanpa bukti, kesempatan klarifikasi, dan pendampingan pembina.
  • Hentikan wawancara jika muncul risiko keselamatan, tekanan, atau pengungkapan informasi pribadi yang tidak perlu.

Dalam lingkungan sekolah, keselamatan, martabat, dan privasi teman lebih penting daripada mendapatkan kutipan sensasional.

Hal. 17 /

Studi Kasus: Antrean Kantin Lebih Panjang

Beberapa siswa mengatakan antrean kantin terasa lebih lama setelah jam istirahat diubah. Belum ada data waktu tunggu dan belum ada penjelasan dari pengelola kantin.

Pertanyaan untuk Siswa

  • Hari dan jam berapa kamu mengalami antrean panjang?
  • Berapa lama kira-kira menunggu? Bagaimana memperkirakannya?
  • Apakah hal ini terjadi setiap hari atau hanya pada hari tertentu?

Pertanyaan untuk Pengelola

  • Apakah ada perubahan jumlah petugas atau alur pembelian?
  • Apakah tersedia catatan jumlah transaksi atau waktu layanan?
  • Adakah rencana penyesuaian? Kapan dievaluasi?

Tujuan: menguji apakah masalah berkaitan dengan perubahan jadwal, jumlah pembeli, alur layanan, atau faktor lain — bukan langsung menyalahkan satu pihak.

Hal. 18 /

Latihan 1: Ubah Pertanyaan Lemah

Menjadi pertanyaan tajam

Kerjakan berpasangan. Perbaiki pertanyaan berikut agar lebih netral, jelas, dan menghasilkan informasi yang dapat diperiksa.

  • “Kenapa panitia tidak becus mengatur acara?”
  • “Apakah semua siswa senang dengan aturan baru?”
  • “Benarkah kegiatan itu gagal total?”
  • “Kapan-kapan fasilitas akan diperbaiki, kan?”

Tantangan: setiap pertanyaan hasil revisi harus meminta satu hal yang spesifik — contoh, tanggal, ukuran, alasan, proses, atau bukti.

Hal. 19 /

Latihan 2: Simulasi Wawancara Tiga Peran

Reporter

Siapkan 5 pertanyaan inti dan 3 pertanyaan lanjutan. Catat jawaban dan hal yang belum jelas.

Narasumber

Jawab berdasarkan kartu peran dari guru. Berikan satu jawaban umum yang perlu didalami.

Pengamat

Amati apakah pertanyaan netral, reporter mendengarkan, dan fakta dicatat dengan tepat.

Topik simulasi: usulan penambahan tempat duduk di area istirahat sekolah.

Durasi: 5 menit wawancara, 3 menit umpan balik, lalu tukar peran.

Hal. 20 /

Lembar Kerja: Rencana Wawancara

Topik / angle berita............................................................................
Informasi yang sudah diketahui............................................................................
Informasi yang masih dibutuhkan............................................................................
Narasumber 1 dan alasan memilih............................................................................
Narasumber / dokumen pembanding............................................................................
5 pertanyaan inti1. ........................................   2. ........................................
3. ........................................   4. ........................................
5. ........................................
Hal yang harus diklarifikasi............................................................................
Rencana tindak lanjut............................................................................
Hal. 21 /

Checklist Sebelum Bahan Diserahkan

Pemeriksaan hasil wawancara ke editor

  • Tujuan wawancara dan hubungan dengan angle jelas.
  • Identitas/peran narasumber dicatat sesuai izin.
  • Tanggal, angka, nama, dan istilah penting sudah diklarifikasi.
  • Kutipan langsung dibedakan dari ringkasan reporter.
  • Pendapat, pengalaman, rencana, dan fakta tidak tercampur.
  • Klaim penting memiliki sumber atau ditandai perlu verifikasi.
  • Keterangan berbeda dicatat dan ada rencana tindak lanjut.
  • Persetujuan rekaman/foto dan privasi diperhatikan.
Hal. 22 /

Penilaian Praktik: Rubrik Wawancara

Aspek 1 — Perlu Latihan 2 — Berkembang 3 — Baik
Persiapan Tujuan belum jelas. Tujuan ada, pertanyaan belum runtut. Tujuan, sumber, dan pertanyaan terencana.
Kualitas pertanyaan Banyak menggiring / terlalu umum. Campuran pertanyaan umum dan spesifik. Netral, jelas, dan menggali detail.
Mendengarkan Sering memotong atau melewatkan jawaban. Mendengar, tetapi sedikit tindak lanjut. Menindaklanjuti jawaban dengan relevan.
Akurasi catatan Identitas/konteks tidak lengkap. Catatan cukup, beberapa hal perlu klarifikasi. Kutipan, konteks, dan hal yang perlu dicek jelas.
Etika Kurang menjelaskan tujuan/izin. Menjaga sopan santun dengan beberapa pengingat. Jelas, menghormati batas, menjaga privasi.

Gunakan rubrik untuk memberi umpan balik yang spesifik, bukan untuk mempermalukan teman.

Hal. 23 /

Penutup • Modul 7

Reporter yang baik
tidak hanya pandai bertanya.

Ia tahu apa yang perlu diketahui, mendengarkan dengan sungguh-sungguh, memeriksa keterangan, dan memperlakukan narasumber dengan hormat.

Ingat: pertanyaan boleh kritis, tetapi tetap netral. Jawaban boleh menarik, tetapi tetap perlu diperiksa.

Ekstrakurikuler Jurnalistik SMP Maria Goretti Semarang

Hal. 1 / 23