Menulis Berita Mendalam
& Feature

Mengembangkan Fakta Menjadi Cerita yang Bermakna

Ekstrakurikuler Jurnalistik SMP Maria Goretti Semarang

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti modul ini, peserta diharapkan mampu:

Mengapa Perlu Menulis Lebih dari Berita Singkat?

Berita singkat membantu pembaca mengetahui apa yang terjadi. Namun, beberapa peristiwa membutuhkan penjelasan lebih jauh.

Contoh berita singkat tentang antrean panjang kantin hanya menjelaskan bahwa antrean terjadi saat istirahat pertama. Tulisan yang lebih mendalam dapat menelusuri:

Jurnalis tidak sekadar memperpanjang tulisan. Ia menambahkan informasi yang relevan, konteks, pengalaman manusia, dan penjelasan yang telah diverifikasi.

Tiga Bentuk Tulisan Jurnalistik

1. Berita Langsung (Straight News)

Berita langsung menyampaikan informasi utama secara ringkas dan cepat.

SMP Maria Goretti mengadakan kegiatan kerja bakti pada Jumat pagi. Kegiatan diikuti siswa kelas VII hingga IX untuk membersihkan ruang kelas dan lingkungan sekolah.

Fokusnya adalah informasi pokok: kegiatan apa, siapa yang terlibat, kapan, dan di mana.

Tiga Bentuk Tulisan Jurnalistik

2. Berita Mendalam (In-depth News)

Berita mendalam menjelaskan suatu persoalan dengan informasi, konteks, data, dan berbagai sumber yang relevan.

Contoh angle: Bagaimana sekolah mengurangi sampah plastik dari kegiatan harian siswa?

Tulisan dapat memuat kebijakan sekolah, kebiasaan siswa, pengamatan tempat sampah, pendapat petugas kebersihan, serta perkembangan program pengurangan plastik.

Tiga Bentuk Tulisan Jurnalistik

3. Feature

Feature merupakan tulisan jurnalistik yang mengangkat sisi manusiawi, pengalaman, suasana, atau kisah menarik dari suatu peristiwa atau kehidupan seseorang.

Contoh angle: Di balik halaman sekolah yang bersih, ada petugas kebersihan yang memulai pekerjaannya sebelum bel masuk.

Feature dapat menggunakan deskripsi dan alur cerita, tetapi tetap harus berdasarkan fakta.

Perbandingan Tiga Bentuk Tulisan

Bentuk Tulisan Fokus Utama Ciri Umum
Berita Langsung Informasi utama Ringkas, langsung, mengutamakan fakta penting.
Berita Mendalam Penjelasan persoalan Konteks, data, beberapa sumber, sebab dan dampak.
Feature Pengalaman / sisi manusiawi Detail suasana, tokoh, adegan, alur naratif.

Catatan: Feature bukan cerita fiksi. Dialog, kejadian, suasana, dan detail yang ditulis harus berasal dari pengamatan atau sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.

Menentukan Bentuk Tulisan Sebelum Menulis

Sebelum mulai menulis, tanyakan pada diri sendiri:

  1. Apakah pembaca hanya perlu mengetahui peristiwa utama?
  2. Apakah ada persoalan yang membutuhkan penjelasan lebih jauh?
  3. Apakah ada pengalaman manusiawi yang layak diceritakan?
  4. Apakah bahan yang tersedia cukup untuk mendukung bentuk tulisan yang dipilih?

Contoh situasi: sekolah mengadakan program membawa botol minum sendiri.

Berita Langsung

Sekolah memulai program membawa botol minum.

Berita Mendalam

Apakah program tersebut mengurangi penggunaan gelas plastik?

Feature

Pengalaman seorang siswa yang membiasakan diri membawa botol minum setiap hari.

Mengubah Bahan Liputan Menjadi Tulisan

Bahan liputan biasanya terdiri atas:

Jangan langsung menyalin seluruh bahan ke dalam tulisan. Pilih informasi yang paling mendukung angle.

Langkah 1 — Kelompokkan fakta: latar belakang, peristiwa utama, penyebab, dampak, tanggapan, rencana.

Langkah 2 — Tandai informasi penting yang langsung menjawab angle.

Langkah 3 — Periksa kembali nama, jabatan, tanggal, angka, kutipan, dan konteks.

Langkah 4 — Susun urutan agar pembaca memahami persoalan secara bertahap.

Struktur Berita Mendalam

Berita mendalam tidak harus mengikuti pola piramida terbalik secara kaku, tetapi tetap membutuhkan struktur yang jelas.

  1. Judul — mencerminkan isi, tidak membesar-besarkan.
  2. Pembuka — memperkenalkan persoalan utama.
  3. Konteks — latar belakang agar pembaca memahami.
  4. Temuan dan penjelasan — hasil observasi, wawancara, data.
  5. Perspektif terkait — keterangan pihak-pihak relevan.
  6. Penutup — perkembangan, tindak lanjut, atau informasi penting.

Kurang tepat: Kantin Sekolah Kacau, Siswa Terlantar!

Lebih tepat: Antrean Kantin Saat Istirahat, Siswa Usulkan Pengaturan Jalur

Struktur Feature

Feature dapat dimulai dari adegan, tokoh, detail, atau pengalaman tertentu. Namun, pembuka harus tetap relevan dengan tema.

  1. Pembuka naratif — adegan atau detail yang menarik perhatian.
  2. Pengenalan tokoh/situasi — siapa atau apa yang menjadi fokus.
  3. Konteks — penjelasan agar pembaca memahami cerita.
  4. Pengembangan — pengalaman, kutipan, detail, dan fakta pendukung.
  5. Penutup — refleksi atau detail yang memberi makna.

Sebelum bel pertama berbunyi, sapu sudah bergerak menyusuri koridor sekolah. Satu per satu daun kering dikumpulkan ke dalam kantong sampah. Bagi petugas kebersihan, pagi di sekolah dimulai lebih awal daripada jadwal belajar siswa.

Contoh tersebut hanya boleh digunakan jika adegan dan informasi di dalamnya benar-benar diperoleh melalui pengamatan atau wawancara.

Menulis Pembuka yang Efektif

Pembuka atau lead menentukan bagaimana pembaca memasuki tulisan.

1. Pembuka Langsung

Sekolah mulai menerapkan jadwal piket kelas baru pada Senin, 14 September 2026.

2. Pembuka Berbasis Persoalan

Antrean kantin yang memanjang hingga koridor membuat sejumlah siswa memiliki waktu lebih singkat untuk makan saat istirahat.

3. Pembuka Adegan (Feature)

Bunyi bel istirahat baru saja terdengar ketika beberapa siswa mulai bergegas menuju kantin.

4. Pembuka Kutipan

“Saya berharap antreannya bisa lebih tertib,” kata seorang siswa setelah membeli makanan di kantin.

Hindari: “Pada zaman sekarang…”, “Seperti yang kita ketahui bersama…”, “Sudah tidak asing lagi bagi kita…”, “Kegiatan ini sangat menarik dan luar biasa…”

Menggunakan Kutipan dengan Tepat

Kutipan Langsung

Mempertahankan kata-kata narasumber.

“Kami sedang mencoba mengatur kembali posisi meja agar jalur antrean lebih jelas,” ujar pengelola kantin.

Kutipan Tidak Langsung

Menyampaikan inti pernyataan dengan kalimat penulis.

Pengelola kantin menjelaskan bahwa pihaknya sedang mencoba mengatur posisi meja agar jalur antrean lebih jelas.

Prinsip penggunaan kutipan:

Menggunakan Detail dan Deskripsi

Detail membuat tulisan lebih konkret. Namun, detail harus berasal dari pengamatan atau sumber yang jelas.

Kurang kuat: Suasana kantin sangat ramai dan tidak tertib.

Lebih konkret: Pada pukul 09.30, sekitar dua belas siswa terlihat mengantre di depan meja pembayaran. Sebagian siswa berdiri hingga mendekati pintu keluar kantin.

Detail yang dapat dicatat:

Hindari menebak pikiran, perasaan, atau motif seseorang.

Menjaga Tulisan Tetap Berimbang

Berimbang bukan berarti semua pihak harus mendapat jumlah kalimat yang sama. Artinya, tulisan memberi ruang yang wajar bagi informasi dan pihak yang relevan.

Ketika menulis tentang antrean kantin, jurnalis dapat meminta keterangan dari:

Jangan menyimpulkan bahwa satu pihak bersalah hanya berdasarkan satu keluhan.

Jika pihak terkait belum memberikan tanggapan, tuliskan secara jujur bahwa upaya meminta keterangan telah dilakukan, sesuai prosedur redaksi dan arahan guru pembina.

Menulis Data Tanpa Menyesatkan

Data dapat memperkuat tulisan, tetapi angka harus dijelaskan konteksnya.

Lebih jelas: Dari 30 siswa yang mengikuti survei kelas, 21 siswa menyatakan pernah mengantre lebih dari lima menit di kantin.

Kurang jelas: Sebagian besar siswa mengeluhkan antrean kantin.

Namun, hasil survei 30 siswa tidak otomatis mewakili seluruh siswa sekolah. Sebutkan siapa yang disurvei, berapa jumlah responden, dan kapan survei dilakukan jika informasi tersebut relevan.

Jangan mengubah perkiraan menjadi angka pasti.

Menyusun Paragraf yang Runtut

Setiap paragraf sebaiknya memiliki satu gagasan utama.

Kurang runtut: Kantin sekolah memiliki beberapa meja. Siswa biasanya makan saat istirahat. Sekolah juga mengadakan kegiatan kebersihan. Antrean kantin kadang panjang.

Lebih runtut: Antrean kantin paling terlihat saat istirahat pertama. Pada waktu tersebut, banyak siswa membeli makanan dalam rentang waktu yang hampir bersamaan. Kondisi ini membuat sebagian siswa harus menunggu sebelum mendapatkan makanan.

Transisi yang wajar:

Selain itu Sementara itu Namun Berdasarkan hasil pengamatan Di sisi lain Setelah kegiatan berlangsung Menurut keterangan narasumber

Jangan menggunakan kata penghubung hanya untuk membuat tulisan terlihat formal. Hubungan antarkalimat harus masuk akal.

Menulis Penutup yang Bermakna

Penutup tidak harus berupa kesimpulan yang mengulang seluruh isi.

Penutup Berita Mendalam

1. Perkembangan terbaru
Pihak sekolah menyatakan akan mengevaluasi pengaturan antrean setelah mengumpulkan masukan dari siswa dan pengelola kantin.

2. Tindak lanjut
Pengamatan lanjutan diperlukan untuk mengetahui apakah perubahan jalur antrean dapat mengurangi waktu tunggu siswa.

Penutup Feature

1. Kembali pada detail pembuka
Jika dibuka dengan kegiatan petugas kebersihan menyapu koridor, penutup dapat kembali pada aktivitas tersebut dengan makna yang telah dibangun.

2. Kutipan reflektif
Gunakan pernyataan narasumber yang benar-benar disampaikan dan relevan dengan tema.

Hindari penutup yang terlalu menggurui atau memberikan kesimpulan yang tidak didukung bahan liputan.

Studi Kasus: Antrean Kantin Sekolah

Situasi: Sejumlah siswa menyampaikan bahwa antrean kantin terasa panjang saat istirahat pertama. Tim jurnalistik diminta membuat tulisan untuk majalah sekolah.

Pilihan angle:

  1. Mengapa antrean kantin terjadi saat istirahat pertama?
  2. Bagaimana pengalaman siswa yang harus mengantre?
  3. Apa yang dapat dilakukan untuk memperjelas jalur antrean?
  4. Bagaimana pengelola kantin mengatur pelayanan saat jam istirahat?

Bahan liputan: pengamatan antrean, keterangan siswa, penjelasan pengelola, informasi jumlah meja/jalur, keterangan pihak sekolah.

Contoh kerangka berita:

Judul: Antrean Kantin Saat Istirahat, Siswa Usulkan Pengaturan Jalur  •  Pembuka: Antrean kantin terlihat memanjang saat istirahat pertama…  •  Konteks: waktu istirahat, kondisi kantin, pola antrean  •  Temuan: hasil pengamatan & keterangan siswa  •  Perspektif pengelola  •  Tindak lanjut.

Latihan 1 — Menentukan Bentuk Tulisan

Bacalah tiga topik berikut. Tentukan apakah lebih sesuai ditulis sebagai berita langsung, berita mendalam, atau feature. Berikan alasan.

  1. Sekolah mengadakan lomba kebersihan antarkelas.
  2. Penggunaan botol minum pribadi setelah program pengurangan plastik berjalan selama satu bulan.
  3. Kisah siswa yang tetap mengikuti latihan paduan suara setelah pulang sekolah untuk mempersiapkan pentas.

Pertanyaan refleksi: Informasi apa yang perlu dikumpulkan? Siapa narasumber yang relevan? Apakah topik tersebut membutuhkan data, pengalaman, atau keduanya?

Latihan 2 — Mengembangkan Pembuka

Pilih satu topik sekolah:

Antrean kantin.
Kegiatan ekstrakurikuler.
Kebersihan kelas.
Perpustakaan sekolah.
Program membawa botol minum.

Buat dua pembuka untuk topik yang sama:

  1. Pembuka berita mendalam.
  2. Pembuka feature.

Pastikan kedua pembuka memiliki fokus berbeda dan tidak mengandung fakta yang belum diperoleh.

Latihan 3 — Menulis Berita Mendalam

Bentuk kelompok beranggotakan 3–4 siswa. Pilih satu persoalan sederhana di lingkungan sekolah yang aman untuk diliput.

Ketentuan tulisan (400–600 kata):

Pembagian tugas:

PeranTugas
Reporter 1Observasi dan pencatatan fakta.
Reporter 2Wawancara narasumber.
Reporter 3Pemeriksaan data dan kutipan.
EditorMenyusun dan menyunting tulisan.

Latihan 4 — Menulis Feature

Pilih seseorang atau kegiatan di lingkungan sekolah yang bersedia diliput dan tidak melibatkan informasi pribadi yang sensitif.

Contoh:

Ketentuan feature (300–500 kata):

  1. Pembuka berbasis adegan atau detail.
  2. Pengenalan tokoh atau kegiatan.
  3. Konteks yang relevan.
  4. Minimal satu kutipan yang telah dikonfirmasi.
  5. Detail hasil pengamatan.
  6. Penutup yang sesuai dengan isi.

Mintalah persetujuan narasumber sebelum menggunakan nama, foto, atau informasi pribadi yang tidak diperlukan.

Penyuntingan Teman Sebaya

Tukar tulisan dengan kelompok lain. Berikan masukan berdasarkan pertanyaan berikut.

Pemeriksaan isi

Pemeriksaan struktur

Pemeriksaan bahasa

Masukan harus spesifik dan sopan. Hindari komentar seperti “tulisannya jelek”. Lebih bermanfaat jika menulis, “Paragraf ketiga memuat dua gagasan berbeda; mungkin dapat dipisah agar lebih mudah dipahami.”

Rubrik Penilaian

Aspek 4 — Sangat baik 3 — Baik 2 — Perlu perbaikan 1 — Belum memadai
Angle Jelas, fokus, konsisten. Jelas, sesekali melebar. Fokus kurang konsisten. Angle tidak terlihat.
Akurasi Fakta dan kutipan diperiksa. Kekurangan kecil tanpa mengubah makna. Beberapa informasi perlu diperiksa. Banyak klaim tidak didukung.
Struktur Runtut dan mudah diikuti. Cukup runtut. Beberapa bagian membingungkan. Susunan tidak jelas.
Penggunaan sumber Relevan dan beragam. Sumber cukup relevan. Sumber terbatas. Sumber tidak jelas.
Bahasa Jelas, efektif, sesuai bentuk. Umumnya jelas. Banyak kalimat kurang efektif. Sulit dipahami.
Etika Menjaga privasi dan konteks. Ada kekurangan kecil. Perlu arahan di beberapa bagian. Mengabaikan prinsip etika.

Skor maksimal: 24. Penilaian dapat disertai komentar tertulis agar siswa mengetahui bagian yang sudah kuat dan yang perlu diperbaiki.

Lembar Kerja Siswa

Nama............................................................
Kelas............................................................
Kelompok............................................................
1. Topik liputan............................................................
2. Bentuk tulisanBerita langsung / Berita mendalam / Feature
3. Angle............................................................
4. Informasi yang sudah diketahui............................................................
5. Informasi yang masih perlu dicari............................................................
6. Narasumber yang akan dihubungi............................................................
7. Fakta hasil observasi............................................................
8. Kutipan yang telah dikonfirmasi............................................................
9. Rencana judul............................................................
10. Rencana pembuka............................................................
11. Hal yang perlu diperiksa editor............................................................

Kesimpulan

Menulis berita mendalam dan feature bukan sekadar membuat tulisan lebih panjang atau lebih menarik. Jurnalis perlu memilih bentuk tulisan yang sesuai, mengembangkan angle, mengolah bahan liputan, menggunakan kutipan dan detail secara tepat, serta menjaga akurasi dan etika.

Berita mendalam membantu pembaca memahami persoalan. Feature menghadirkan pengalaman dan sisi manusiawi suatu peristiwa. Keduanya membutuhkan proses peliputan dan verifikasi yang bertanggung jawab.

Tulisan yang menarik bukan tulisan yang paling dramatis, melainkan tulisan yang membuat pembaca memahami fakta dengan lebih jelas dan bermakna.

Ekstrakurikuler Jurnalistik SMP Maria Goretti Semarang